Rabu, 12 November 2014

MACAM-MACAM PERSENDIAN

 
Macam-macam Persendian (Artikulasi)- Coba gerakkan siku tangan dan lutut kaki Anda dengan gerakan menekuk! Apakah anggota gerak Anda itu dapat digerakkan menekuk? Mengapa bisa terjadi demikian? Jika Anda perhatikan, pada anggota badan yang tertekuk tersebut, dapat diketahui bahwa di sana terdapat 2 tulang yang saling dihubungkan. Itulah yang dimaksud persendian atau artikulasi. Sendi yang menyusun kerangka manusia terdapat di beberapa tempat. Ini dapat dijelaskan pada tulisan ini. Dari gambar tersebut dapat diketahui berbagai macam sendi. Secara garis besar, sendi-sendi tersebut dapat dibedakan menjadi 3 macam.
1. Amfiartrosis
2. Sinartrosis
3. Diartrosis

1. Pengertian Amfiartrosis

Amfiartosis adalah persendian di mana gerakan yang terjadi amat terbatas. Misalnya hubungan antartulang rusuk dengan ruas-ruas tulang belakang. Tulang-tulang tersebut dapat menimbulkan gerakan pada saat kita bernapas.
amfiartrosis
amfiartrosis

2. Pengertian Sinartrosis

Persendian sinartrosis tidak memungkinkan adanya gerakan. Persendian ini dibedakan menjadi dua.
a. Sinartrosis Sinkondrosis
Pada persendian ini penghubungnya adalah tulang rawan. Misalnya:
a) hubungan antara tulang rusuk dan ruas tulang dada;
b) hubungan antara ruas-ruas tulang belakang.
b. Sinartrosis Sinfibrosis
Pada persendian ini penghubungnya adalah serabut jaringan ikat. Misalnya, hubungan antar tulang tengkorak (sutura). Hubungan itu dapat Anda lihat pada Gambar
Persendian sinartrosis sinfibrosis
Persendian sinartrosis sinfibrosis
Persendian sinartrosis sinfibrosis
3. Diartrosis
Pada jenis persendian diartosis, gerakan yang terjadi banyak dan leluasa. Macam-macam persendian diartosis yaitu sebagai berikut.
a. Sendi Peluru
Sendi peluru adalah hubungan antartulang di mana kedua ujung tulang berbentuk bongkol dan lekuk, serta memungkinkan pergerakan yang lebih bebas berporos tiga. Hubungan sendi peluru terjadi pada persendian antara tulang belikat dengan tulang lengan atas, antara tulang paha dengan tulang pinggul. Agar lebih jelas tentang sendi peluru, perhatikan Gambar
sendi peluru
sendi peluru
Sendi peluru
b. Sendi Pelana
Sendi pelana merupakan hubungan antartulang yang memungkinkan gerakan kedua arah, dengan bidang-bidang sendinya berbentuk pelana. Hubungan sendi pelana dapat terjadi pada persendian antara tulang pergelangan tangan dengan tulang telapak tangan, persendian pada ibu jari, metakarpal dan karpal. Agar lebih jelas mengenai sendi pelana, dapat Anda perhatikan Gambar sendi pelana berikut:
sendi pelana
sendi pelana
c. Sendi Engsel
Sendi engsel Hubungan antartulang di mana ujung-ujungnya seperti engsel dan berbentuk lekukan. Gerakan sendi sendi engsel mempunyai 1 poros. Hubungan sendi engsel dapat terjadi pada siku, lutut, dan jari-jari. Perhatikan Gambar sendi engsel dibawah ini.
Sendi Engsel
Sendi Engsel
d. Sendi Putar
Sendi putar merupakan Hubungan antartulang, di mana tulang yang satu berputar terhadap tulang lain. Gerakan rotasi dari sendi putar memiliki 1 poros. Hubungan sendi putar dapat terjadi antara tulang hasta dan tulang pengumpil, antara tulang kepala dan tulang atlas, antara tulang betis dan kering. Untuk lebih jelasnya mengenai sendi putar dapat Anda lihat pada Gambar
Sendi putar
Sendi putar
e. Sendi Luncur
Sendi luncur merupakan Hubungan antartulang yang memungkinkan gerakan tulang badan membungkuk dan menggeliat. Sendi luncur tidak berporos. Hubungan sendi luncur dapat terjadi pada hubungan antar ruas tulang belakang, persendian antara pergelangan tangan dan tulang pengumpil seperti terlihat pada gambar sendi luncur dibawah ini!
sendi luncur
sendi luncur

Mengklasifikasikan Sendi

Sendi (artikulasi) terdapat di mana pun tulang bertemu. Sendi diklasifikasikan baik secara struktural maupun fungsional, seperti yang ditunjukkan pada Tabel 1.
Tabel 1. Klasifikasi Sendi
Kelas Fungsional Kelas Struktural Sendi Jenis Deskripsi Contoh Sendi
sinartrosis (tidak dapat digerakkan) menyerabut kampuh pelipit saling berikat (interlocking) Di antara tulang kranium
sinartrosis (tidak dapat digerakkan) menyerabut gomposis sendi pasak dan kantung di antara gigi dan liang gigi
sinartrosis (tidak dapat digerakkan) tulang rawan sinkondrosis sendi tulang rawan hialin di antara diafisis & epifisis pada tulang panjang
amfiartrosis (sedikit dapat digerakan) menyerabut sindesmosis ligamen ordistal atau membran antar tulang sendi tulang kering dan tulang betis
amfiartrosis (sedikit dapat digerakan) tulang rawan simfisis tulang rawan serat bertindak sebagai bagian yang dapat ditekan cakram intervertebra tulang belakang
diartrosis (bebas bergerak) sinovial meluncur dua permukaan yang dapat bergeser di antara tulang-tulang pangkal tangan
diartrosis (bebas bergerak) sinovial engsel permukaan cembung dan cekung antara tulang pangkal lengan dan hasta
diartrosis (bebas bergerak) sinovial putar ujung berbentuk lingkaran yang cocok dengan cincin tulang atau ligamen antara atlas (C1) dan sumbu (C2) vertebra
diartrosis (bebas bergerak) sinovial kondiloid kondil oval dengan rongga oval di antara tulang telapak tangan dan ruas jari
diartrosis (bebas bergerak) sinovial pelana setiap permukaan berbentuk cembung dan cekung di antara tulang pangkal tangan dan tulang telapak tangan pertama
diartrosis (bebas bergerak) sinovial bola dan kantung kepala berbentuk bola dengan kantung berbentuk mangkok antara tulang paha dan pelvis
Klasifikasi Struktural
Klasifikasi struktural didasarkan pada jenis material yang melekatkan sendi dan apakah terdapat rongga dalam sendi itu. Ada tiga macam kelas struktural.
  • Sendi menyerabut disatukan dengan jaringan ikat berserat. Tidak ada rongga sendi. Sendi berserat pada umumnya tidak bisa digerakkan atau hanya bisa digerakkan secara terbatas.
  • Sendi tulang rawan disatukan oleh tulang rawan (hialin atau tulang rawan berserat). Tidak ada rongga sendi. Sendi kartilago tidak bisa digerakkan atau kalau dapat hanya sangat terbatas.
  • Sendi sinovial dicirikan dengan adanya rongga sinovial atau rongga sendi yang mengandung cairan sinovial. Sendi sinovial dapat digerakkan secara bebas dan mencirikan sebagian besar sendi dalam tubuh. Gambar 1. Memperlihatkan fitur-fitur lain dari sendi sinovial, yaitu
  1. Tulang rawan persendian (tulang rawan hialin) melapisi ujung setiap tulang.
  2. Membran sinovial mengelilingi rongga sinovial. Jaringan ikat areolanya menyekresi cairan sinovial yang berfungsi sebagai pelumas ke dalam rongga sinovial.
  3. Kapsul menyerabut di luar membran sinovial mengelilingi sendi. Kapsul menyerabut sering mengandung berkas-berkas jaringan ikat radat tak beraturan yang disebut ligamen. Ligamen memberikan kekuatan dan fleksibilitas pada sendi.
  4. Kapsul beruas terdiri atas membran sinovial dan kapsul menyerabut.
  5. Ligamen pelengkap terdapat di luar kapsul beruas (ligamen ekstrakapsular) atau di dalam rongga sinovial (ligamen intrakapsular).

Klasifikasi Fungsional

Klasifikasi fungsional didasarkan pada tingkat pergerakan sendi. Ada tiga macam klasifikasi:
  • Sendi sinartrosis tidak dapat digerakkan. Secara struktural, sendi ini dapat berupa sendi menyerabut atau sendi tulang rawan.
  • Sendi amfiartrosis dapat sedikit digerakkan. Secara struktural, sendi inidapat berupa sendi menyerabut atau sendi tulang rawan.
  • Sendi diartrosis adalah sendi yang dapat digerakkan dengan bebas. Secara struktural, sendi ini selalu merupakan sendi sinovial.

Selasa, 19 November 2013

PERKEMBANGBIAKAN VEGETATIF BUATAN DENGAN OKULASI

Pengertian Okulasi
Okulasi (menempel, budding; red) adalah salah satu teknik perbaikan kualitas tanaman secara vegetatif buatan yang dilakukan dengan menempelkan mata tunas dari tanaman yang unggul ke batang tanaman lainnya. Sama seperti jenis perbanyakan vegetatif buatan lainnya, okulasi juga dilakukan untuk memperoleh bibit tanaman yang berkualitas baik. Namun, dibandingkan dengan tanaman yang dihasilkan cangkok dan stek, tanaman yang diperoleh dari okulasi akan memberikan kualitas yang lebih baik. Hal ini karena okulasi dapat menggabungkan 2 sifat unggul dari masing-masing bagian tanaman yang diokulasikan yakni sifat unggul batang bawah (contohnya perakaran yang kuat) dan sifat unggul dari tanaman entres (buah yang lebat). Tidak berbeda dengan sambung, okulasi biasanya dilakukan dengan menggabungkan tanaman-tanaman yang masih dalam satu spesies. Okulasi antartanaman yang berbeda spesies jarang dilakukan karena tingkat keberhasilannya sangat rendah, hal ini disebabkan oleh perbedaan sifat fisiologis dari masing-masing spesies menghambat penyatuan batang atas dan batang bawah.


Waktu Okulasi
Untuk memperoleh jumlah keberhasilan yang tinggi, okulasi sebaiknya dilakukan ketika kulit tanaman yang akan diokulasi mudah dikelupas dari kayunya. Saat tersebut biasanya terjadi ketika pembelahan sel-sel di kambium tengah berjalan aktif yang dibeberapa tanaman ditandai oleh pertumbuhan daun muda pada ujung cabang. Setiap tanaman memiliki masa pembelahan sel aktif pada waktu yang berbeda-beda, sebagian ada yang musim panas, sebagian lainnya terjadi pada musim kemarau.
- See more at: http://syarattumbuh.blogspot.com/2013/05/pengertian-okulasi.html#sthash.5eYMgaFq.dpuf



Pengertian Okulasi
Okulasi (menempel, budding; red) adalah salah satu teknik perbaikan kualitas tanaman secara vegetatif buatan yang dilakukan dengan menempelkan mata tunas dari tanaman yang unggul ke batang tanaman lainnya. Sama seperti jenis perbanyakan vegetatif buatan lainnya, okulasi juga dilakukan untuk memperoleh bibit tanaman yang berkualitas baik. Namun, dibandingkan dengan tanaman yang dihasilkan cangkok dan stek, tanaman yang diperoleh dari okulasi akan memberikan kualitas yang lebih baik. Hal ini karena okulasi dapat menggabungkan 2 sifat unggul dari masing-masing bagian tanaman yang diokulasikan yakni sifat unggul batang bawah (contohnya perakaran yang kuat) dan sifat unggul dari tanaman entres (buah yang lebat). Tidak berbeda dengan sambung, okulasi biasanya dilakukan dengan menggabungkan tanaman-tanaman yang masih dalam satu spesies. Okulasi antartanaman yang berbeda spesies jarang dilakukan karena tingkat keberhasilannya sangat rendah, hal ini disebabkan oleh perbedaan sifat fisiologis dari masing-masing spesies menghambat penyatuan batang atas dan batang bawah.
- See more at: http://syarattumbuh.blogspot.com/2013/05/pengertian-okulasi.html#sthash.5eYMgaFq.dpuf
Pengertian Okulasi
Okulasi (menempel, budding; red) adalah salah satu teknik perbaikan kualitas tanaman secara vegetatif buatan yang dilakukan dengan menempelkan mata tunas dari tanaman yang unggul ke batang tanaman lainnya. Sama seperti jenis perbanyakan vegetatif buatan lainnya, okulasi juga dilakukan untuk memperoleh bibit tanaman yang berkualitas baik. Namun, dibandingkan dengan tanaman yang dihasilkan cangkok dan stek, tanaman yang diperoleh dari okulasi akan memberikan kualitas yang lebih baik. Hal ini karena okulasi dapat menggabungkan 2 sifat unggul dari masing-masing bagian tanaman yang diokulasikan yakni sifat unggul batang bawah (contohnya perakaran yang kuat) dan sifat unggul dari tanaman entres (buah yang lebat). Tidak berbeda dengan sambung, okulasi biasanya dilakukan dengan menggabungkan tanaman-tanaman yang masih dalam satu spesies. Okulasi antartanaman yang berbeda spesies jarang dilakukan karena tingkat keberhasilannya sangat rendah, hal ini disebabkan oleh perbedaan sifat fisiologis dari masing-masing spesies menghambat penyatuan batang atas dan batang bawah.
Waktu Okulasi
Untuk memperoleh jumlah keberhasilan yang tinggi, okulasi sebaiknya dilakukan ketika kulit tanaman yang akan diokulasi mudah dikelupas dari kayunya. Saat tersebut biasanya terjadi ketika pembelahan sel-sel di kambium tengah berjalan aktif yang dibeberapa tanaman ditandai oleh pertumbuhan daun muda pada ujung cabang. Setiap tanaman memiliki masa pembelahan sel aktif pada waktu yang berbeda-beda, sebagian ada yang musim panas, sebagian lainnya terjadi pada musim kemarau.
- See more at: http://syarattumbuh.blogspot.com/2013/05/pengertian-okulasi.html#sthash.5eYMgaFq.dpuf
Pengertian Okulasi
Okulasi (menempel, budding; red) adalah salah satu teknik perbaikan kualitas tanaman secara vegetatif buatan yang dilakukan dengan menempelkan mata tunas dari tanaman yang unggul ke batang tanaman lainnya. Sama seperti jenis perbanyakan vegetatif buatan lainnya, okulasi juga dilakukan untuk memperoleh bibit tanaman yang berkualitas baik. Namun, dibandingkan dengan tanaman yang dihasilkan cangkok dan stek, tanaman yang diperoleh dari okulasi akan memberikan kualitas yang lebih baik. Hal ini karena okulasi dapat menggabungkan 2 sifat unggul dari masing-masing bagian tanaman yang diokulasikan yakni sifat unggul batang bawah (contohnya perakaran yang kuat) dan sifat unggul dari tanaman entres (buah yang lebat). Tidak berbeda dengan sambung, okulasi biasanya dilakukan dengan menggabungkan tanaman-tanaman yang masih dalam satu spesies. Okulasi antartanaman yang berbeda spesies jarang dilakukan karena tingkat keberhasilannya sangat rendah, hal ini disebabkan oleh perbedaan sifat fisiologis dari masing-masing spesies menghambat penyatuan batang atas dan batang bawah.
Waktu Okulasi
Untuk memperoleh jumlah keberhasilan yang tinggi, okulasi sebaiknya dilakukan ketika kulit tanaman yang akan diokulasi mudah dikelupas dari kayunya. Saat tersebut biasanya terjadi ketika pembelahan sel-sel di kambium tengah berjalan aktif yang dibeberapa tanaman ditandai oleh pertumbuhan daun muda pada ujung cabang. Setiap tanaman memiliki masa pembelahan sel aktif pada waktu yang berbeda-beda, sebagian ada yang musim panas, sebagian lainnya terjadi pada musim kemarau.
- See more at: http://syarattumbuh.blogspot.com/2013/05/pengertian-okulasi.html#sthash.5eYMgaFq.dpuf

Rabu, 07 November 2012

Yupiter atau Jupiter adalah planet terdekat kelima dari matahari setelah Merkurius, Venus, Bumi dan Mars.
Jarak rata-rata antara Yupiter dan Matahari adalah 778,3 juta km. Jupiter adalah planet terbesar dan terberat dengan diameter 149.980 km dan memiliki massa 318 kali massa bumi. Periode rotasi planet ini adalah 9 jam 55 menit, sedangkan periode revolusi adalah 11,86 tahun.
Di permukaan planet ini terdapat bintik merah raksasa yang disebut Badai Besar Abadi. Atmosfer Yupiter mengandung hidrogen (H), helium (He), metana (CH4) dan amonia (NH3). Lapisan atas atmosfer Yupiter terdiri dari 88 - 92% hidrogen dan 8 - 12% helium. Suhu di permukaan planet ini berkisar dari -140oC sampai dengan 21oC. Seperti planet lain, Yupiter tersusun atas unsur besi dan unsur berat lainnya. Jupiter memiliki 68 satelit, di antaranya Io, Europa, Ganymede, Callisto (Galilean moons).

Selasa, 06 November 2012

BENDA DAN SIFATNYA

Berdasarkan jenisnya benda dibedakan menjadi 3 yaitu :
a. Benda padat
Benda padat banyak kita jumpai di lingkungan sekitar kita misalnya kursi dan meja di kelas, batu-batuan di sekitar rumah.

Coba sifat-sifat apa saja yang dapat kita temukan dari benda padat?

Yup....betul sekali....

Benda padat memiliki sifat :
1. Bentuk dan volumenya tetap
2. Menempati ruang
3. Memiliki berat

b. Benda cair
Air yang kita gunakan untuk mandi setiap hari dan air minum merupakan contoh benda cair yang dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Air selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Bentuk berubah sesuai dengan tempatnya, permukaan selalu datar dan dapat meresap melalui celah-celah yang kecil.

Coba cari sifat-sifat benda cair yang lainnya..

c. Benda gas
Ciri-ciri benda gas adalah berubah-ubah bentuk sesuai dengan tempatnya, dapat dimampatkan dan mempunyai massa.
Contoh Benda gas adalah uap air, oksigen dan karbon monoksida.